PKK Kabupaten Wonosobo

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Pokja IV

Pokja IV

E-mail Cetak PDF

 

PELAYANAN DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM

KABUPATEN WONOSOBO

 

Kanker leher rahim (serviks) merupakan penyebab kematian nomor satu pada wanita. Kematian akibat kenker leher rahim bisa dicegah apabila bisa diketahui pada stadium awal dan segera mendapat penanganan yang tepat. Deteksi dini kanker leher rahim bisa dilakukan dengan metode yang sederhana dan biaya murah yaitu dengan metode IVA (Inpecsion Visual Acetic Acid )

Setiap wanita yang pernah melakukan hubungan seksual mempunyai resiko terhadap kanker leher rahim. Sel-sel leher rahim mungkin mengalami perubahan sehingga sangat diperlukan melakukan pap smear test secara teratur (baik yang telah maupun yang belum pernah mendapatkan pap smear test), demikian juga bagi anda yang merokok kemungkinan untuk mendapatkan kanker leher rahim sangat besar.

Dijumpainya Human Papiloma Virus (HPV) sering diduga sebagai penyebab terjadinya perubahan yang abnormal ddari sel-sel leher rahim.

Memiliki pangan seksual berganti-ganti atau memulai aktifitas seksual pada usia yang sangat muda juga memperbesar resiko kehamilan kemungkinan mendapat kanker leher rahim, Apa yang harus dilakukan untuk menghindari kanker leher rahim ?

1.       Jika melakukan hubungan seksual anda harus melakukan Pap smear test secara teratur setiap dua tahun dan ini dilakukan sampai usia 70 tahun. Pada beberapa kasus mungkin dokter menyarankan untuk melakukan pap smear lebih sering.

2.       Melaporkan adanya gejala-gejala yang tidak normal seperti adanya perdarahan, terutama setelah coitus (senggama)

3.       Tidak merokok, data statistik melaporkan bahwa resiko terserang kanker leher rahim akan menjadi lebih tinggi jika wanita merokok.

4.       Tidak melakukan hubungan seks pada usia muda atau pernikahan pada usia muda.

5.       Defisiensi zat gizi

6.       Trauma kronis pada serviks seperti persalinan, infeksi dan iritasi menahun

Tanda-tanda/gejala kanker leher rahim

1.       Keputihan atau keluar caieran encer dari vagina

2.       Perdarahan setelah senggama yang kemudian berlanjut menjadi perdarahan yang abnormal

3.       Timbul perdarahan setelah menopause

4.       Pada fase invasif dapat keluar cairan berwarna kekuning-kuningan, berbau dan dapat bercampur dengan darah.

5.       Timbul gejala-gejala anemia bila terjadi perdarahan kronis.

6.       Timbul nyeri panggul (pelvis) atau diperut bagian bawah bila ada radang panggul

7.       Pada stadium lanjut, badan menjadi kurus kering karena kurang gizi, edema kaki, timbul iritasi kandung kencing dan poros usus besar bagian bawah.

Untuk mengantisipasi hal tersebut dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Wonosobo Wonosobo, telah dilaksanakan kegiatan pemeriksaan deteksi dini kanker leher rahim metode IVA dengan hasil sebagai berikut :

1.       Sosialisasi Pemeriksaan deteksi dini kanker rahim tanggal 25 Maret 2009 yang diikuti oleh camat se Kabupaten Wonosobo, Tim Penggerak PKK Kecamatan,  Kepala Puskesmas, Organisasi wanita.

 

 

2.       Pelaksanaan pelayanan deteksi dini kanker leher rahim :

 

No

Tanggal

Pelaksanaan

lokasi

Peserta

Diperiksa

IVA (+)

Suspek CA Cervix

 

1.

2.

3.

4.

5.

6.

 

19 April 2009

26 April 2009

31 Mei 2009

14 Juni 2009

28 Juni 2009

12 Juli 2009

 

RSUD Setjonegoro

RSUD Setjonegoro

Pusk. Kaliwiro

Pusk. Sapuran

Pusk. Selomerto

Pusk. Kejajar

 

1.679

2.340

1.350

1.949

2.238

1.504

 

1664

2040

1105

1779

1838

1276

 

40

48

51

69

75

38

 

1

1

4

3

6

0

 

 

JUMLAH

11.060

9702

321

15

 

3.      

 

 

TindTindak lanjut kegiatan

Mengingat kebutuhan ibu untuk pelayanan tersebut cukup tinggi dan perlunya pemeriksaan ulang bagi yang sehat tiap 5 tahun dan IVA Positif 6 bulan kemudian, maka kegiatan tersebut akan menjadi program layanan di Puskesmas dan Rumah Sakit sehingga diperlukan adanya penyiapan tenaga pelaksana yang bersertifikat dan pemenuhan alat pemeriksaan serta terapi di puskesmas dan RS.

 

APLIKASI PELAKSANAAN 10 PROGRAM POKOK PKK

DALAM UPAYA MENDUKUNG

PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI ( P4k )

Dalam upaya menurunkan  angka kematian Ibu dan bayi ( AKI dan AKI ) karena maternal, Tim Penggerak PKK Kabupaten Wonosobo bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Bagian Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak setda Wonosobo mengadakan sosialisasi Program P 4 K. Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi ( P4K ) dengan striker merupakan terobosan percepatan penurunan angka kematian ibu. Program ini merupakan salah satu bagian dari kegiatan DESA SIAGA, melelui P4K dengan striker yang ditempel dirumah ibu hamil, makan setiap ibu hamil akan tercatat, terdata dan terpantau secara tepat. Striker P4K berisi data tentang : nama ibu hamil, taksiran persalinan, penolong persalinan, tempat persalinan, pendampingan persalinan, transport yang digunakan dan donor darah.

Dengan data dalam striker, suami, keluarga, keder, dukun, bersama bidan di desa dapat memantau secara insentif keadaan dan perkembangan kesehatan ibu hamil, untuk mendapatkan pelayanan yang sesuai standar pada saat antenatal, persalinan dan nifas, sehingga proses persalinan sampai dengan nifas termasuk rujukannya dapat berjalan dengan aman dan selamat, tidak terjadi kesakitan dan kematian ibu serta bayi yang dilahirkan selamat dan sehat.

PKK sebagai gerakan pembangunan yang dimotori oleh perempuan ikut berperan serta dalam mensukseskan program P4K, sesuai dengan tugas, pokok dan fungsi PKK mempunyai tugas dalam pendataan, penggerakan dan pembinaan. Penjabaran dari tugas pokok dan fungsi sangat luas dalam bentuk berbagai kegiatan antara lain :

l  Melaksanakan pendataan bumil       dipetakan ( bumil beresiko )

l  KIE     pertemuan kelompok di Desa

l  Mengamati/pendampingan keluarga bagi bumil risti/resiko, nifas bermasalah

l  Menggalang dana bersalin

l  Kelompok donor darah

l  Ambulan desa

l  forum pertemuan secara teratur ( Dawis, PKK RT, RW, Desa )

Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wonosobo Ny. Aina Kholiq Arif pada sosialisasi Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi tanggal 30 Juli 2009 di Pendopo Kabupaten Wonosobo yang diikuti unsur Kepala Puskesmas, Bidan Koordinator, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Kasie Kesos Kecamatan.

Sebagai tindak lanjut kegiatan sosialisasi ditingkat kabupaten Wonosobo juga akan dilakukan kegiatan serupa di kecamatan yang dimotori Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo selaku Dewan Penyantun PKK.

Diharapkan dari sosialisasi ini akan memberikan kontribusi dalam penurunan angka kematian ibu dan bayi karena maternal di Kabupaten Wonosobo.

 

 

 

 

Kata Mutiara

Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita milik sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.