Who's Online
Kami punya 5 tamu online
Konsultasi OnLine
We are offline
Home

Selamat di Website PKK Wonosobo

Gerakan Kamis Mendongeng

Bertempat di Pendopo Kabupaten Wonosobo , Kamis 29 September 2011 kegiatan perdana Program Kamis Mendongeng dilaksanakan. kegiatan Kamis mendongeng diikuti oleh anak anak dari Kelompok Bermain Ananda, Kleompok Bermain Agape Kids dan Kelompok Bermain Perwanida. Kegiatan diawali dengan menyanyi bersama dilanjutkan dengan mendongeng oleh Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Wonosobo , Ibu Hj. Aina Kholiq Arif, SS. Gerakan “ Kamis Mendongeng “ menjadi agenda rutin setiap hari Kamis , dalam rangka pembudayaan mendongeng kepada anak anak

Salah satu program prioritas Pokja II TP PKK Kabupaten Wonosobo adalah Program Gerakan Mendongeng . Konsep ini muncul dilandasi kesadaran betapa pentingnya peran ibu dalam membangun karakter dan kepribadian anak. Setiap orang tua mencita citakan anaknya berakhlak mulia , jujur , disiplin, tekun , patuh, tanggung jawab , dapat bekerjasama , suka menolong , sabar , dan banyak perilaku positif diharapkan dari anak anak kita.

Dari semua yang kita cita citakan , kita sebagai orang tua harus berupaya mengerti anak. Menurut Piaget , menyatakan bahwa tingkat perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh orangtuanya. Demikian pula Melli Kiong mengatakan perilaku anak dapat dibentuk melalui komunikasi yang intensif dengan orang tua ( Melli Kiong /2008 ). Diharapkan mendongeng menjadi dalah satu pendekatan anak dengan orang tua , atau media komunikasi paling dekat dengan anak. Dengan mendongeng , maka anak akan mudah menangkap pesan moral yang terdapat dalam dongeng tersebut, melalui dongeng , anak dapat mengingat secara baik pesan yang disampaikan.

Kegiatan mendongeng dari ibu dan anak, bukanlah hal baru, namun sudah berkembang secara turun temurun dari semenjak jaman dulu, dengan tidak mengenal batas geografis kedaerahan, kesukuan, agama, maupun status, hanya saja, dengan adanya kemajuan peradaban dan jaman, di saat era globaiisasi ini, kegiatan mendongeng ibu kepada anaknya tersebut, kadang terlupakan , tergantikan dengan media lain dan bahkan sebagian dari keluarga Indonesia saat ini, amat jarang memanfaatkan media mendongeng ini sebagai salah satu media jalinan komunikasi, transfer nilai nilai kebaikan, jalinan mempererat kasih sayang, antara ibu dan anak. Keterwakilan jalinan komunikasi antara seorang ibu dan anak melalui dongeng, dengan media lain, terkadang tidak di imbangi dengan proses pendampingan, dimana, nilai nilai yang terkandung dalam dongeng yang disampaikan oleh, teman,, majalah, guru, televisi, pembantu, kadang kala bertentangan dengan budaya, norma, jiwa anak, susah diterjemahkan oleh anak, sehingga dapat memunculkan penafsiran lain yang berbeda jauh dengan alur cerita yang di dengarnya/dilihatnya, terdapat deviasi penafsiran. Dengan melihat kenyataan tersebut di atas, kami mencoba berangan angan kecil, mengawalinya, untuk mulai membuka pintu hati kita semua untuk nguri nguri budaya mendongeng, kepada generasi sekarang, terutama yang di lakukan ibu terhadap anaknya.

Pada awalnya dongeng dipahami sebagai mitos , cerita bohong , Hikayat nenek moyang ( Kak Wes Rumah Dongeng Jogja) , namun pada era sekarang pengertian itu bergeser , mendongeng sebagai komunikasi verbal untuk menyampaikan pesan.

Melihat kondisi sekarang, anak anak dihadapkan pada sarana komunikasi yang serba canggih, permainan yang serba elektronik , membius mereka bahkan hampir hampir menghabiskan waktu mereka. Kondisi seperti ini diperburuk dengan kesibukan orang tua, akibatnya anak anak tumbuh tanpa pengawasan , kesempatan berinteraksi terbatas , anak akan kehilangan kesempatan untuk mengembangkan diri.

Diharap melalui kegiatan mendongeng dari ibu atau anggota keluarga lain kepada anak anak dapat menumbuhkan jalinan komunikasi untuk menyampaikan pesan pesan moral guna membangun akhlakul karimah.

Terakhir Diperbaharui (Rabu, 23 November 2011 01:24)

 

VISI DAN MISI GERAKAN PKK

 

LAYANAN BASIS KOMUNIATAS TP PKK KABUPATEN WONOSOBO

IBU KETUA TP PKK KABUPATEN WONOSOBO MERESMIKAN BASKOM KASIH DESA WONOKERTO KECAMATAN LEKSONO

 

VISI

Terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa     kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju-mandiri, kesetaraan dan keadilan gender serta kesadaran hukum dan lingkungan.


MISI

  1. Meningkatkan mental spiritual, perilaku hidup dengan menghayati dan mengamalkan pancasila serta meningkatkan pelaksanaan hak dan kewajiban sesuai dengan hak azasi manusia (HAM), demokrasi,meningkatkan kesetiakawanan sosial dan kegotongroyongan serta pembentukan watak bangsa yang selaras, serasi dan seimbang.
  2. Meningkatkan pendidikan dan ketrampilan yang diperlukan, dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa serta  pendapatan keluarga.
  3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pangan keluarga, serta upaya peningkatan pemanfaatan pekarangan melalui halaman asri, teratur, indah dan nyaman (hatinya) PKK, sandang dan perumahan serta tata laksana rumah tangga yang sehat.
  4. Meningkatkan derajat kesehatan, kelestarian lingkungan hidup serta membiasakan hidup berencana dalam semua aspek kehidupan dan perencanaan ekonomi keluarga dengan membiasakan menabung.
  5. Meningkatkan pengelolaan gerakan PKK baik kegiatan pengorganisasian maupun pelaksanaan program-programnya yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat setempat.

 

Terakhir Diperbaharui (Senin, 18 April 2011 03:25)

 

PKK

PENGERTIAN GERAKAN PKK

 

• Gerakan PKK merupakan Gerakan Nasional dalam pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah, yang pengelolaannya dari, oleh dan untuk masyarakat.

• Pemberdayaan Keluarga meliputi segala upaya Bimbingan, Pembinaan dan Pemberdayaan agar keluarga dapat hidup sejahtera, maju dan mandiri.

Terakhir Diperbaharui (Jumat, 15 April 2011 04:37)

Selengkapnya...

 

Wonosobo

 

GAMBARAN UMUM


Kabupaten Wonosobo seperti kabupaten-kabupaten lain di Indonesia pada umumnya baru tumbuh dan berkembang setelah hadirnya pemerintah kolonial Belanda. Fasilitas umum di rencanakan sedemikian rupa agar memenuhi kebutuhan keluarga Belanda. Kesan diskriminatif itu masih berbekas hingga sekarang. Misalnya Ijen Boulevard kawasan sekitarnya.

Terakhir Diperbaharui (Jumat, 15 April 2011 06:01)

Selengkapnya...

 

Sejarah PKK

 

PKK yang merupakan gerakan pembangunan bermula dari Seminar Home Ekonomic di Bogor pada Tahun 1957, dengan menghasilkan rumusan 10 segi Kehidupan Keluarga.

Terakhir Diperbaharui (Senin, 18 April 2011 03:10)

Selengkapnya...

 
Artikel yang lain...